briefing-pengamanan-17-02-2017

KOTA PEKALONGAN – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekalongan, M. Hilal menegaskan bahwa kepekaan ‘sense of secure’ setiap petugas Lapas maupun Rutan harus diasah.

Menurut Hilal, itu penting dilakukan mengingat di dalam lingkungan Lapas maupun Rutan kental dengan kerawanan maupun gangguan keamanan dan ketertiban. “Oleh karena itu seyogyanya petugas Lapas maupun Rutan harus senantiasa mengasah kepekaan sense of secure-nya, atau meng-upgrade kompetensinya,” tegas Hilal usai memberikan ‘morning briefing’ atau pengarahan pagi sekaligus evaluasi kepada seluruh petugas pengamanan dan penjagaan Lapas Kelas IIA Pekalongan di ruang aula Lapas setempat, Jum’at (17/2).

Hilal menuturkan bahwa morning briefing semacam itu rutin digelar, minimal satu bulan sekali di jajaran internal Lapas Pekalongan dan diikuti seluruh staf maupun jajaran petugas penjagaan dan pengamanan. “Petugas juga harus senantiasa bisa mengadopsi informasi-informasi info dari yang kita lihat, kita baca, ataupun kita dengar. Seperti kegiatan yang kami laksanakan tadi, untuk mengasah kepekaan.,” ungkapnya, didampingi Kepala Pengamanan Lapas Pekalongan, M. Syaefudin.

Dia menjelaskan kalau lama tidak diasah, maka tidak stabil alias tumpul. “Ibaratnya aki, harus rutin dicas sehingga setrumnya stabil, kondisinya stabil. Hari Jum’at juga kita gerakkan kegiatan senam bareng sehingga kondisi fisik teman-teman ini tetap terjaga dengan baik,” kata Hilal.

Hilal menambahkan, dalam kaitannya untuk mencegah dan mengantisipasi agar barang-barang terlarang tidak diselundupkan masuk ke dalam lingkungan Lapas Pekalongan, maupun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan lainnya, maka petugas harus punya kepercayaan diri. Mentalnya pun harus bagus.

Kepercayaan diri yang dimaksud, antara lain ketika petugas yang bersangkutan melakukan pemeriksaan maupun penggeledahan terhadap barang bawaan maupun setiap orang yang berkunjung.

“Selama ini saya perhatikan masih ada kekurangan, kayaknya masih ragu, mungkin ada rasa takut ketika memeriksa atau menggeledah. Makanya tadi kami tanamkan lagi untuk yakin bahwa itu adalah tugas kita. Ketika kita lengah, lemah, maka tunggu saja bom waktunya,” ungkap Hilal.

“Baik itu memeriksa barang, menggeledah orang, memeriksa orang, dan kendaraan yang masuk. Dan tadi teman-teman sudah komitmen, seluruh pegawai pun harus diperiksa, kendaraannya diperiksa,” imbuh dia.

Hilal juga mengingatkan bahwa handphone (hp) atau ponsel serta narkoba masih terus ‘mengintai’. Barang-barang itu masih saja terkadang lolos dalam pantauan petugas dan diselundupkan ke kamar napi meskipun penjagaan dan pengamanan sudah demikian ketatnya.

“Kita harus selalu standby, selalu waspada, jangan loyo. Mudah-mudahan jiwa kewaspadaan ini tetap ada di teman-teman. Sudah komitmen kita semua untuk berperang melawan narkoba,” tegas Hilal.

Sumber : http://radarpekalongan.com

 

Advertisements