OLYMPUS DIGITAL CAMERA

PEKALONGAN, – Petugas Lapas Kelas IIA Pekalongan pada Rabu pagi (22/02) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 11 paket yang diduga sabu-sabu dan 12 butir yang diduga psikotropika yang dibawa oleh pengunjung Lapas berinisial R yang hendak membesuk anaknya berinisial M yang kini sedang menjalani masa pidana di Lapas Pekalongan. Upaya penyelundupan itu dilakukan dengan cara memasukkan barang haram tersebut ke dalam kacang kulit yang direkat dengan lem.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pekalongan, M. Hilal menjelaskan kejadian tersebut bermula ketika dua anggota Satuan Tugas (Satgas) Petugas Pintu Utama (P2U), Hartanto Pribadi dan Nurul Huda menggeledah barang bawaan R berupa kacang kulit. “Anggota Satgas P2U membuka bungkus kacang kulit dan memeriksanya dengan seksama. Setelah diperiksa, kacang kulit tersebut banyak yang dilem, lalu petugas membuka salah satu kacang yang dilem tersebut dan ditemukan sabu didalamnya. Kemudian kami segera melakukan investigasi awal terhadap R yang membawa kacang kulit tersebut,” ungkapnya didampingi Kepala Pengamanan, M. Syaefudin dan Komandan Satgas P2U, Riya Pala Gunarso.

Lebih lanjut Hilal menjelaskan bahwa setelah dilakukan investigasi awal terhadap R, didapatkan informasi bahwa barang tersebut merupakan titipan dari seseorang berinisial Y yang diserahkan kepada yang bersangkutan di Stasiun Pekalongan. “Setelah mendapat informasi yang akurat, kami kemudian berkoordinasi dengan Polres Pekalongan Kota. Kami juga langsung memerintahkan Komandan Satgas P2U untuk melakukan pengejaran terhadap Y di Stasiun Pekalongan. Dengan sigap Komandan Satgas P2U berhasil menangkap Y dengan bantuan anggota Polsuska, Satpam, dan anggota polisi Polres Pekalongan Kota yang standby di Stasiun Pekalongan,” ujarnya dengan semangat.

Setelah dipastikan Y adalah orang yang menitip barang kepada R kemudian Kalapas Pekalongan beserta petugas Lapas dan Satuan Narkoba Polres Pekalongan Kota bersama-sama membuka kacang kulit yang belum dibuka yang direkat dengan lem dan setelah dijumlah total mendapati 11 paket yang diduga sabu-sabu dan 12 butir yang diduga psikotropika golongan IV. “Barang bukti dan tersangka sudah kami serahkan kepada pihak Polres Pekalongan Kota untuk diperiksa lebih lanjut. Dan sebagai apresiasi, kami akan berikan reward kepada anggota dan kami akan usulkan kenaikan pangkat istimewa,” kata Hilal dengan bangga.

Hilal menegaskan bahwa keberhasilan petugas Lapas Pekalongan menggagalkan upaya penyelundupan dan membekuk kawanan lainnya yang berada diluar Lapas tersebut merupakan kerja hebat dan luar biasa. “Kalau aparat lain bisa mendapatkan temuan narkoba dengan alat, petugas kami hanya mengandalkan ‘penciuman’ saja alias manual. Sangat wajar jika mendapat kenaikan pangkat istimewa. Sebagai pembanding, jika petugas kami terlibat peredaran narkoba akan dipecat. Jika berhasil menggagalkan penyelundupan atau peredaran narkoba tentu patut mendapat reward yang setimpal, naik pangkat istimewa atau promosi jabatan.”

Diakhir wawancara, Hilal juga menyampaikan bahwa keberhasilan petugas dalam menggagalkan upaya penyelundupan ini berkat kegiatan briefing penguatan pengamanan yang rutin diselenggarakan di Lapas Pekalongan. “Seluruh petugas pengamanan Lapas kami wajibkan untuk mengikuti kegiatan ini. Kami berharap seluruh petugas memahami prosedur pengamanan dengan baik. Kini kami sudah merasakan manfaat yang besar dari kegiatan ini,” ungkapnya dengan nada optimis. (AS)

Advertisements