DSCF4515

PEKALONGAN, – Senin siang (13/03) Kalapas Pekalongan, M. Hilal menerima kunjungan lima orang pengurus Badan Promosi Pariwisata Kota Pekalongan (BP2KP) dan dua orang staf Tourist Information Centre (TIC) Kota Pekalongan di ruang rapat Lapas. Kunjungan tersebut berkaitan dengan gagasan BP2KP menjadikan Lapas Pekalongan sebagai destinasi wisata pendidikan dan sejarah (heritage) di Kota Pekalongan. Lapas Pekalongan merupakan bangunan cagar budaya peninggalan zaman penjajahan Belanda yang dibangun tahun 1913. Bangunan kantor utama Lapas Pekalongan dengan ciri khas dua menara kembar juga masih terjaga keasliannya; baik arsitektur maupun struktur bangunannya.

Hilal beserta jajaran pejabat struktural Lapas Pekalongan yang hadir pada pertemuan siang itu menyambut baik gagasan ini. “Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya agar Lapas Pekalongan bisa dijadikan destinasi wisata yang menarik. Kami akan siapkan satu tempat khusus untuk diorama perjalanan sejarah Lapas Pekalongan. Kami tadi mendengar penjelasan dari BP2KP bahwa salah satu pahlawan nasional, Ki Hajar Dewantara juga pernah dipenjara selama tiga bulan disini pada tahun 1921.”

Sementara itu, Cucut Suranto, Ketua BP2KP yang juga menjabat sebagai General Manajer Hotel Indonesia di Pekalongan dan pengurus Persatuan Hotel Restauran Indonesia (PHRI) cabang Pekalongan mengapresiasi kebersihan Lapas Pekalongan. “Ketika datang ke Lapas Pekalongan, saya tadi cukup kaget. Ternyata Lapas Pekalongan lebih bersih dari hotel. Arsitektur dan kegiatan kreatif narapidana seperti pembuatan batik, tong batik, tenun dan sandal ukir batik sangat menarik. Ini bisa dijual sebagai paket wisata yang unik,” katanya bersemangat.

Cucut juga menjelaskan bahwa saat ini pengurus BP2KP bersama Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan sedang menyiapkan regulasi terkait dijadikannya Lapas Pekalongan sebagai salah satu destinasi wisata. “Minggu ini kami juga sudah menjadwalkan pertemuan dengan Ketua DPRD Kota Pekalongan untuk membahas kegiatan promosi Pariwisata Kota Pekalongan dan Lapas Pekalongan. Semoga persiapannya segera selesai, sehingga sebelum Idul Fitri tahun ini bisa di-launching,” ujarnya mantap.

Lebih lanjut Hilal menjelaskan bahwa dengan dijadikannya Lapas Pekalongan sebagai destinasi wisata memiliki banyak keuntungan. “Keuntungan yang pertama, Lapas Pekalongan akan selalu bersih dan rapi. Yang kedua, dengan adanya wisatawan maka efek dominonya akan sangat baik bagi pengembangan kegiatan pembinaan kemandirian di Bengkel Kerja Lapas dan peningkatan penjualan hasil karya narapidana yang akan dijadikan merchandise bagi wisatawan. Hal ini juga sejalan dengan program Lapas Industri yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Jika nanti terealisasi maka Lapas Pekalongan menjadi Lapas Industri Pariwisata pertama di Indonesia,” katanya dengan bangga.

Diakhir wawancara Hilal menyampaikan paket wisata yang ditawarkan Lapas Pekalongan. “Selain merchandise, wisatawan juga bisa menikmati sensasi kuliner makan Cadongan dan menginap semalam di Hotel Prodeo Pekalongan.” (AS)

Advertisements