DSCF7160
Anggota Komis III DPR RI, Arsul Sani saat berkunjung ke Lapas Pekalongan dan berdialog dengan warga binaan dan pembesuk dengan didampingi Kalapas Pekalongan, M. Hilal, Sabtu (13/05).

KOTA PEKALONGAN, – Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani mengapresiasi adanya berbagai perbaikan fasilitas, sarana prasarana dan pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan berikut program-program integrasi yang dijalankan.

Sebagai pihak yang turut memperjuangkan adanya perbaikan kondisi Lapas Pekalongan, anggota DPR RI dari Fraksi PPP dari Dapil X (Pemalang, Pekalongan dan Batang) ini senang bahwa perbaikan itu sudah terealisasi. Salah satunya adalah bantuan anggaran untuk peninggian lantai dan halaman Lapas sehingga tidak lagi tergenang banjir dan rob.

“Alhamdulillah, Lapas Pekalongan mendapatkan bantuan untuk penanggulangan bencana rob. Saya waktu ikut memperjuangkan malah tidak datang kesini, cuma terima laporan saja. Kemudian saya datang kesini, sedang dikerjakan. Sekarang saya datang kesini lagi melihat hasilnya,” ungkap Arsul Sani, saat melakukan kunjungan kerja di Lapas Pekalongan, Sabtu (13/05).

Dengan adanya berbagai perbaikan fasilitas itu maka warga binaan merasa lebih nyaman. Rasa nyaman itu menjadi salah satu faktor penting demi terjaganya kondusivitas di dalam lingkungan Lapas maupun Rutan.

“Kenapa? karena kalau warga binaan atau para napi itu sama sekali tidak merasakan kenyamanan, dia pertama emosionalitasnya pasti akan terganggu. Begitu emosinya terganggu terus menerus, bertumpuk, lama-lama akan menjadi sumber keributan. Itu yang terjadi di beberapa Lapas atau Rutan di daerah lain,” tuturnya.e

Rasa nyaman dari warga binaan itu didukung pula kondisi Lapas Pekalongan yang tidak over kapasitas. Selain itu, para petugas yang humanis dan mengerti kultur masyarakat setempat. “Maka relatif lebih tidak ada masalah-masalah menonjol. Masalah pasti ada, tetapi tidak sampai menonjol. Ini yang kita harapkan bisa terus dipelihara,” ujarnya.

Meski begitu, menurut dia masih ada beberapa fasilitas yang perlu pembenahan dan penambahan sarana prasarana. Misalnya soal sumber air bersih serta permasalahan banjir rob yang belum bisa dituntaskan. “Beberapa yang masih perlu dibenahi antara lain sumber air bersih. Ini menjadi kewajiban saya juga untuk ikut memperjuangkan,” imbuhnya.

Selain melihat kondisi Lapas Pekalongan, melihat beberapa kamar napi, meninjau sejumlah ruang pelayanan dan berdiskusi dengan Kalapas Pekalongan, M. Hilal serta jajarannya, Arsul juga menyempatkan diri berdialog dengan warga binaan maupun masyarakat yang berkunjung.

Dari dialog itu antara lain adanya keluhan dari warga binaan maupun pengunjung yang kini tidak bisa bebas bertemu fisik secara langsung, melainkan dibatasi dengan teralis besi di ruang kunjungan. Adanya hal ini, menurutnya masyarakat perlu memahami bahwa itu dilakukan demi peningkatan pengamanan dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. “Ada yang mengeluh sekarang kalau besuk, dibatasi dengan jeruji. Namun kita jelaskan bahwa itu dilakukan dalam rangka pengamanan,” terangnya.

Sementara itu, Kalapas Pekalongan, M. Hilal berterima kasih dengan adanya kunjungan dari anggota DPR RI itu dan melihat bagaimana kondisi Lapas Kelas IIA Pekalongan. Hilal menyampaikan bahwa pihaknya terus berusaha memberikan pelayanan terbaik, baik itu kepada warga binaan maupun masyarakat. “Adapun yang saat ini kalau besuk dibatasi pakai jeruji, tidak semata-mata kami kejam dan tidak berperikemanusiaan. Mungkin sepintas terlihat seperti itu. Tapi kami ada sebabnya, sebagai langkah peningkatan pengamanan. Apalagi upaya penyelundupan barang-barang terlarang masih saja ada. Ada mereka yang berupaya. Maka kami mengantisipasinya dengan berbagai langkah,” ungkap Hilal.

Sumber : http://radarpekalongan.com

Advertisements